Beritau Digital Media

Loading...

Beritau Digital Media

Register

News - August 23, 2023

Semakin banyak perusahaan yang mengeksplorasi blockchain meskipun ada kemunduran FTX

Laporan terbaru Citi memberikan analisis mendalam mengenai pertumbuhan, tantangan, dan variasi regional dalam penerapan aset digital dan teknologi buku besar terdistribusi (DLT) selama setahun terakhir.

Pada tanggal 23 Agustus, Citi menyajikan analisis komprehensif tentang perkembangan dan tantangan yang dihadapi sektor aset digital dan teknologi buku besar terdistribusi (DLT). Meskipun terjadi kemunduran pada tahun 2022, terutama untuk beberapa perusahaan kripto seperti FTX, penelitian ini menawarkan pandangan optimis terhadap pengembangan DLT dan aset digital.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah besar perusahaan kini terlibat dan menunjukkan minat pada DLT dan aset digital. Data menunjukkan lonjakan yang signifikan, dari 47% perusahaan pada tahun 2022 menjadi 74% pada tahun 2023.

Peningkatan keterlibatan ini telah menghasilkan miliaran dolar AS yang dikelola melalui platform DLT, termasuk lebih dari 20 lembaga keuangan besar global.

Menariknya, tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan ini bukanlah pada teknologinya, melainkan pada implementasinya. Permasalahan utama seringkali terletak pada aspek manusia dan prosedur dalam mengintegrasikan sistem baru.


Citi juga mencatat bahwa berbagai wilayah di dunia telah mengambil pendekatan unik dalam mengadopsi dan mengatur mata uang kripto.

Di Asia dan Amerika Latin, fokus utamanya adalah meningkatkan likuiditas institusional dan memperluas jangkauannya ke populasi yang lebih besar.

Sebaliknya, Eropa menekankan langkah-langkah regulasi, terutama melalui inisiatif seperti Markets in Crypto Assets (MiCA).

Sementara itu, Amerika Utara telah melihat hasil yang baik dari tokenisasi berbagai kelas aset.

Namun, laporan tersebut mengatakan kekhawatiran yang terus berlanjut adalah ketidakpastian mengenai peraturan tersebut.

51% responden khawatir bahwa peraturan yang tidak jelas dapat menghambat kemajuan, terutama di Amerika Utara dan Eropa.

Selain itu, sektor mata uang digital, khususnya mata uang digital bank sentral (CBDC), sedang mendapatkan momentum.

Saat ini, 87% pemangku kepentingan pasar memperkirakan sektor ini akan mampu bertahan pada tahun 2026, naik dari 72% pada tahun lalu.

Secara keseluruhan, tingkat pertumbuhan DLT tampaknya lebih kuat daripada lanskap kripto secara umum. Hal ini dapat dikaitkan dengan tantangan terkini yang dihadapi oleh kripto.

Sebagai contoh, 87% kustodian secara aktif terlibat dalam DLT dan inisiatif aset digital. Namun, hanya 25% pemilik aset yang memiliki proyek aktif, dan 75% investor institusi tidak terlibat.

Analisis Citi diakhiri dengan penekanan pada potensi transformatif DLT. Selain eksperimen, teknologi ini dapat memberikan nilai besar dalam menyederhanakan proses.

Namun demikian, agar perusahaan dapat mewujudkan potensi penuh mereka, diperlukan investasi yang signifikan dalam proses dan sistem restrukturisasi.

Ikuti kami di Google Berita