Beritau Digital Media

Loading...

Beritau Digital Media

Register

News - September 7, 2023

Perusahaan aset token Korea bermitra dengan Polygon Labs

Perusahaan Korea Mirae Asset Securities telah mengakhiri kemitraannya dengan Polygon Labs, dengan fokus pada pengembangan jaringan sekuritas yang diberi token.

Dalam kemitraan ini, Polygon Labs akan bertindak sebagai penasihat Kelompok Kerja Token Keamanan Aset Mirae.
Kedua perusahaan akan melakukan upaya bersama dalam membangun infrastruktur untuk platform sekuritas yang diberi token.
Tujuan utama dari kemitraan ini adalah untuk menjadikan kedua perusahaan sebagai pemimpin tokenisasi aset di seluruh dunia.

Polygon, sebelumnya Matic Network, didirikan pada tahun 2017 oleh Jayanti Kanani, Mihailo Bjelic, Anurag Arjun, dan Sandeep Nailwal. Proyek ini awalnya dimaksudkan untuk mengatasi masalah skalabilitas jaringan Ethereum (ETH).

Namun, pada bulan Februari 2021, kerangka kerja ini berganti nama menjadi Polygon dengan tujuan yang diperluas untuk mendukung pembuatan dan koneksi blockchain yang sesuai dengan Ethereum. Tujuan utama Polygon adalah untuk mengurangi biaya transaksi dan secara signifikan meningkatkan kecepatan transaksi di jaringan Ethereum.

Dengan menyediakan solusi penskalaan lapisan-2, Polygon bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan dan membuat aplikasi terdesentralisasi (dapps) lebih mudah diakses dan efisien.

Apa itu tokenisasi aset?

Tokenisasi aset mengubah aset fisik atau keuangan menjadi token digital yang dapat diperdagangkan di jaringan blockchain. Konsep ini baru-baru ini menarik perhatian karena potensinya mengubah cara aset dikelola dan ditransaksikan.

Tujuan utama tokenisasi aset adalah untuk meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas. Aset yang direpresentasikan sebagai token di blockchain dapat dengan mudah dibeli, dijual, dan diperdagangkan secara global, sehingga menghilangkan kebutuhan akan perantara dan mengurangi biaya transaksi.

Salah satu keuntungan tokenisasi aset adalah transparansi dan keamanan. Setiap token mewakili bagian tertentu atau kepemilikan saham dalam aset dasar, dan semua transaksi yang terkait dengan token tersebut dicatat di blockchain, sehingga menciptakan buku besar yang tidak dapat diubah dan diaudit. Transparansi ini mengurangi risiko penipuan.

Selain itu, tokenisasi aset memungkinkan kepemilikan fraksional, memungkinkan investor memiliki aset bernilai tinggi yang sebelumnya tidak dapat diakses. Misalnya, properti real estat atau karya seni dapat dibagi menjadi token yang lebih kecil, sehingga memungkinkan banyak investor untuk berpartisipasi dalam potensi apresiasi aset tersebut.

Ikuti kami di Google Berita