Beritau Digital Media

Loading...

Beritau Digital Media

Register

News - July 11, 2023

Gubernur Bank of England menyebut crypto ‘sangat spekulatif’

Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyatakan cryptocurrency sebagai “investasi yang sangat spekulatif” dan menekankan perlunya uang digital yang canggih.

Selama pidato makan malam Layanan Keuangan dan Profesional London baru-baru ini, Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyatakan skeptisisme terhadap cryptocurrency.

Dia mengatakan Bitcoin (BTC) dan mata uang kripto lainnya tidak memenuhi standar untuk diakui sebagai uang, dan mengklasifikasikannya sebagai “investasi yang sangat spekulatif.”

Bailey menekankan pentingnya kelajangan dan finalitas penyelesaian, dua landasan yang ia yakini penting untuk mengamankan kekayaan. Ketunggalan mengacu pada jaminan bahwa uang memiliki nilai yang sama apa pun bentuknya, memastikan pertukaran yang setara. Finalitas penyelesaian mengacu pada keyakinan bahwa pembayaran telah diselesaikan secara efektif.

Preferensinya terhadap apa yang disebut Bailey sebagai mata uang digital “canggih” menjadi jelas ketika ia menyoroti potensinya untuk membentuk masa depan keuangan.

Mereka mendefinisikan mata uang digital tingkat lanjut sebagai bentuk mata uang berdasarkan sistem Internet yang mampu memproses fungsi yang dapat dijalankan seperti kontrak pintar, di luar cakupan mata uang digital bank sentral (CBDC). Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa CBDC ritel, khususnya, dapat mendorong ketunggalan uang dengan menyediakan alternatif uang bank sentral yang berfungsi penuh kepada masyarakat untuk penggunaan sehari-hari.

Pendekatan Berbeda untuk Adopsi Kripto

Meskipun Gubernur Bank of England telah menyatakan keberatannya terhadap mata uang kripto, beberapa negara mengambil pendekatan sebaliknya.

El Salvador menjadi negara berdaulat pertama yang menetapkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada September 2021. Pemerintahan Presiden Nayib Bukele memperkenalkan undang-undang Bitcoin, yang memungkinkan warga untuk bertransaksi dan menyimpan uang menggunakan BTC.

Demikian pula, rencana sedang dilakukan untuk membangun hotel Bitcoin Tower di Dubai untuk memperdalam hubungan kripto dan meningkatkan adopsi. Jika proyek ini berhasil, perkembangan ini akan memungkinkan individu menggunakan mata uang kripto untuk mengakses layanan yang lebih luas.

Di sisi lain, Financial Conduct Authority (FCA) di Inggris baru-baru ini mengambil tindakan tegas terhadap operator ATM kripto di wilayah tersebut.

Badan pengawas tersebut menutup 26 ATM di berbagai bagian negara yang diklaim menawarkan transaksi mata uang kripto secara ilegal.

Warga diperingatkan tentang kemungkinan penipuan saat menggunakan mesin tersebut. FCA menyelidiki 34 kota yang diduga memiliki ATM kripto ilegal dan berhasil menghentikan 26 operator. Steve Smart, direktur eksekutif gabungan penegakan dan pengawasan pasar di FCA, menyoroti bahaya penggunaan ATM kripto yang tidak diatur dan menyarankan masyarakat untuk waspada terhadap platform tersebut.

Bulan lalu, pemerintah Inggris memperkenalkan pedoman baru untuk mereformasi sektor mata uang kripto. Perkembangan ini terjadi ketika mereka menyadari bahwa mata uang kripto menjadi lebih populer di kawasan ini dan ada kebutuhan untuk mengatasi potensi risiko yang ada.

Ikuti kami di Google Berita