Beritau Digital Media

Loading...

Beritau Digital Media

Register

Technology - February 14, 2023

Bank Sentral UEA Akan Menerbitkan Mata Uang Digital untuk Pembayaran Digital

Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara terbaru yang mengumumkan rencana penerbitan Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya negara ini untuk mempromosikan pembayaran digital dan mempercepat transisi menuju masyarakat tanpa uang tunai.

CBDC adalah versi digital dari mata uang fiat, yang diterbitkan dan didukung oleh bank sentral. Mereka dirancang untuk berfungsi sebagai media pertukaran yang aman dan andal, menawarkan semua manfaat transaksi non-tunai sekaligus memberikan tingkat keamanan dan kepercayaan yang mungkin tidak ditawarkan oleh pembayaran digital tradisional.

Bank Sentral UEA telah mengumumkan bahwa mereka sedang mengerjakan proyek percontohan untuk menerbitkan versi digital mata uang nasional UEA, dirham. Dirham digital akan digunakan secara paralel dengan uang tunai fisik dan akan dikeluarkan ke bank, lembaga keuangan, dan penyedia layanan pembayaran berlisensi lainnya.

Dirham digital akan dibangun menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT), teknologi yang sama yang mendasari mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Namun, tidak seperti mata uang kripto lainnya, dirham digital akan sepenuhnya didukung oleh Bank Sentral UEA dan akan tunduk pada pengawasan peraturan yang ketat.

Salah satu tujuan utama dirham digital adalah untuk mendorong inklusi keuangan dan mengurangi ketergantungan negara pada pembayaran tunai. Menurut Bank Sentral UEA, penerapan pembayaran digital sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut, dan dirham digital diharapkan memainkan peran penting dalam memfasilitasi transisi ini.

Dirham digital akan dapat diakses melalui perangkat seluler dan akan menawarkan berbagai fitur seperti pembayaran cepat, aman dan berbiaya rendah, transfer peer-to-peer, dan pembayaran mikro. Mata uang digital juga akan diintegrasikan dengan sistem pembayaran yang ada, memungkinkan pengguna melakukan pembayaran di terminal tempat penjualan dan pedagang online.

UEA bukan satu-satunya negara yang mengeksplorasi potensi CBDC. Beberapa negara lain, termasuk Tiongkok, Swedia, dan Bahama, telah meluncurkan mata uang digital mereka sendiri, sementara negara lain, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, sedang menjajaki kemungkinan menerbitkan CBDC.

Secara keseluruhan, peluncuran dirham digital di UEA merupakan langkah penting menuju masyarakat tanpa uang tunai, dan kemungkinan besar akan berdampak signifikan terhadap perekonomian dan sektor keuangan negara tersebut. Dengan fokusnya pada mendorong inklusi keuangan, mengurangi penggunaan uang tunai, dan meningkatkan pembayaran digital, dirham digital akan memainkan peran penting dalam upaya berkelanjutan UEA untuk memodernisasi perekonomiannya dan membangun sistem keuangan yang lebih berkelanjutan dan tangguh.